Sampah yang tidak dipelajari secara tradisional adalah sampah organik, seperti makanan sisa, kulit hewan, dan bakuhan lainnya. Namun, konsep “sampah yang tidak dipelajari” ini sebenarnya melibatkan banyak aspek lingkungan, termasuk perubahan iklim.
bibitgroup.org : HokiCuanks – Sampah yang tidak dipelajari mengalami perubahan iklim.
Peran Perubahan Iklim dalam Mengatur Sampah
Perubahan iklim telah menjadi salah satu masalah utama di bumi ini. Hal ini tidak hanya mempengaruhi iklim, tetapi juga meningkatkan risiko banjir, keringat, dan penyebaran penyakit. Sampah yang tidak dipelajari juga berkontribusi pada perubahan iklim.
Saluran air di seluruh dunia sudah tersumbat dengan sampah organik. Hal ini menyebabkan proses pendinginan lautan menjadi buruk, dan menyebabkan tingkat CO2 meningkat.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Sampah
- Perubahan iklim menyebabkan tingkat kelembaban naik, sehingga menyebabkan banjir dan longsor.
- Bangunan-bangunan yang tidak ramah lingkungan akan mengeluarkan bau tidak sedap, dan dapat meningkatkan kadar gas rumah kaca.
- Perubahan iklim juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit melalui larva serangga yang hidup di dekat sampah organik.
Sampah yang tidak dipelajari bukan hanya sampah organik, tetapi juga limbah industri, polusi udara, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Semua aspek ini memerlukan perhatian untuk mengatasi masalah lingkungan global.
Bagaimana Membuat Perubahan?
Tentu saja ada banyak cara untuk mengatasi sampah yang tidak dipelajari. Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:
- Mengurangi penggunaan plastik dan bahan kimia berbahaya.
- Memperbanyak tanaman hijau dan mengumpulkan sampah organik secara mandiri.
- Berpartisipasi dalam program pembersihan umum.
Jika kita semua bekerja sama, maka kita dapat mengatasi masalah sampah yang tidak dipelajari dan perubahan iklim. Mari kita mulai dari sekarang untuk menjadi lebih ramah lingkungan!