Wednesday

21-01-2026 Vol 19

Sampah Membawa Perubahan Iklim dengan Diri Sendiri

Sampah bukan hanya barang-barang yang dihilangkan dari sekitar kita, tetapi juga dapat mempengaruhi perubahan iklim dengan sendirinya. Ya, kamu membaca benar! Sampah yang tidak didaur ulang dan dibuang di tempat pembuangan akhir dapat menciptakan efek iklim yang sangat berburu-buru.

Bagaimana sampah mempengaruhi iklim?

Sampah yang dibuang tanpa adanya proses daur ulang dapat melepaskan gas-gas berbahaya, seperti metana dan karbon dioksida. Gas-gas ini merupakan gas rumah kaca yang sangat berperan dalam memicu perubahan iklim global.

  • Metana adalah gas yang dihasilkan dari proses pemutihan sampah organik, seperti pupuk kompos atau sampah sayuran. Jika tidak didaur ulang, metana dapat melepaskan ke atmosfer dan menyebabkan perubahan iklim.
  • Karbon dioksida adalah gas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak bumi atau batu bara. Jika tidak didaur ulang sampah, karbon dioksida dapat melepaskan ke atmosfer dan menyebabkan perubahan iklim.

Contoh yang baik dari pengaruh sampah pada iklim adalah pemerintah Indonesia yang telah menetapkan target untuk mengurangi limbah negara sebesar 1,2 juta ton sampah per tahun. Dengan demikian, kita dapat mengurangi jumlah gas-gas berbahaya yang dihasilkan dari proses daur ulang sampah.

Bagaimana kita bisa membuat perubahan?

Kita bisa membuat perubahan dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Mengurangi penggunaan plastik dan mencari alternatif yang ramah lingkungan.
  • Membuat kompos dari sampah organik di rumah kita.
  • Menyimpan sampah dalam wadah yang tertutup untuk mencegah hewan peliharaan menggali dan mencari makan.

Dengan melakukan beberapa hal tersebut, kita bisa membuat perubahan kecil tapi signifikan pada lingkungan sekitar. Jangan lupa, setiap kiat kecil yang kita lakukan dapat membantu menjaga keseimbangan iklim di bumi kita.

Betus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *